Kamis, 02 Juni 2011

Haruku

Punggur menahan
Iba di rasa
Temui cipta yang ada pada beta
Hidup ini sangat terasa
Ketika sukma bersembilu hingga mair jadinya

Kau ini menyerupai madah
Tapi sayangnya amat tak bisa ku rasa
Apa kau tau apa penyebabnya?
Itu karena, padanan kata indah yang telah kau sibak
Sirna, tanpa ada sedikit celah tersisa

Sudahlah, pergi saja kau sana...
Aku disini baik-baik saja

_____
Puisi ini telah saya posting di FB :)

Pala Berpayung Duri

Aku pala berpayung duri

Asa merengkuh
telusuri tanah tempatku berdiri
Asa mengucur
telusuri tiap lekukan pala berdahan 
lagi kokoh
 
Ia sirami lagi sinari
Tanpa peduli siapa aku ini
Padahal, dulu aku sempat mati dan bimbang
dihutan mana ku kan berdiri
Kumematung tiada arti
Hanya berharap secercah jelujur sinar-Nya
Menutup legamnya aku

Meski aku berpayung duri
Tapi rahmat-Nya senantiasa menghujani
dan membasahi relung hati