Punggur menahan
Iba di rasa
Temui cipta yang ada pada beta
Hidup ini sangat terasa
Ketika sukma bersembilu hingga mair jadinya
Kau ini menyerupai madah
Tapi sayangnya amat tak bisa ku rasa
Apa kau tau apa penyebabnya?
Itu karena, padanan kata indah yang telah kau sibak
Sirna, tanpa ada sedikit celah tersisa
Sudahlah, pergi saja kau sana...
Aku disini baik-baik saja
_____
Puisi ini telah saya posting di FB :)
Kamis, 02 Juni 2011
Pala Berpayung Duri
Aku pala berpayung duri
Asa merengkuh
telusuri tanah tempatku berdiri
Asa mengucur
telusuri tiap lekukan pala berdahan
lagi kokoh
Ia sirami lagi sinari
Tanpa peduli siapa aku ini
Padahal, dulu aku sempat mati dan bimbang
dihutan mana ku kan berdiri
Kumematung tiada arti
Hanya berharap secercah jelujur sinar-Nya
Menutup legamnya aku
Meski aku berpayung duri
Tapi rahmat-Nya senantiasa menghujani
dan membasahi relung hati
Asa merengkuh
telusuri tanah tempatku berdiri
Asa mengucur
telusuri tiap lekukan pala berdahan
lagi kokoh
Ia sirami lagi sinari
Tanpa peduli siapa aku ini
Padahal, dulu aku sempat mati dan bimbang
dihutan mana ku kan berdiri
Kumematung tiada arti
Hanya berharap secercah jelujur sinar-Nya
Menutup legamnya aku
Meski aku berpayung duri
Tapi rahmat-Nya senantiasa menghujani
dan membasahi relung hati
Langganan:
Postingan (Atom)