Aku pala berpayung duri
Asa merengkuh
telusuri tanah tempatku berdiri
Asa mengucur
telusuri tiap lekukan pala berdahan
lagi kokoh
Ia sirami lagi sinari
Tanpa peduli siapa aku ini
Padahal, dulu aku sempat mati dan bimbang
dihutan mana ku kan berdiri
Kumematung tiada arti
Hanya berharap secercah jelujur sinar-Nya
Menutup legamnya aku
Meski aku berpayung duri
Tapi rahmat-Nya senantiasa menghujani
dan membasahi relung hati
Tidak ada komentar:
Posting Komentar