Kamis, 02 Juni 2011

Haruku

Punggur menahan
Iba di rasa
Temui cipta yang ada pada beta
Hidup ini sangat terasa
Ketika sukma bersembilu hingga mair jadinya

Kau ini menyerupai madah
Tapi sayangnya amat tak bisa ku rasa
Apa kau tau apa penyebabnya?
Itu karena, padanan kata indah yang telah kau sibak
Sirna, tanpa ada sedikit celah tersisa

Sudahlah, pergi saja kau sana...
Aku disini baik-baik saja

_____
Puisi ini telah saya posting di FB :)

Pala Berpayung Duri

Aku pala berpayung duri

Asa merengkuh
telusuri tanah tempatku berdiri
Asa mengucur
telusuri tiap lekukan pala berdahan 
lagi kokoh
 
Ia sirami lagi sinari
Tanpa peduli siapa aku ini
Padahal, dulu aku sempat mati dan bimbang
dihutan mana ku kan berdiri
Kumematung tiada arti
Hanya berharap secercah jelujur sinar-Nya
Menutup legamnya aku

Meski aku berpayung duri
Tapi rahmat-Nya senantiasa menghujani
dan membasahi relung hati

Senin, 18 April 2011

Luka

Secarik kertas penuh dengan luka
Selalu menganga dalam gundukan kata
Membisu seluruh raga
Mata menuduh, menghujam yang terlihat darinya
Senandung malam sama sekali tidak terdengar 
Karena hanya jeritan makna yang terdengar darinya

Ketika kupejamkan dua buah bola mata
Sungguh kelopak pun tidak bisa jauh dari luka
Dia selalu ada, nampak
Bagaimana tidak,  
gundukan kata telah mengalahkantingginya cemara
Sungguh, tidak akan kupaksa jika kata itu menjadi tiada
Karena makna akan selalu terkunci mati
dalam raga

Bisa saja ia rapuh
Tapi tidak
Karena akar dan tonggkak itu telah lama kujadikan sandaran
Sejak aku mengenal kata luka


Entahlah,,,
luka mana yg harus ku teriakan
Bisa jadi itu luka ketika jauh dari cinta Tuhan
 

Minggu, 17 April 2011

Penantian Sang Rona

Ku tatap rona wajah yang jauh dari luka

Sungguh indah...
Dengan anggunnya dia menunggu hari kesempurnaannya tiba
Sang Cahya
satu-satunya yang dapat memberikannya nyawa dan rasa
Entah mengapa
Tapi itulah yang tampak dari wajahnya
Aku pun dapat merasakan kesetiaan yang nyata

Sungguh indah...
Ku tatap hingga tak berkedip
Dan u yakin seluruh mata berpihak padaku
Hanya yang layu yang akan membuatnya menjadi semu

Sungguh indah...
Meski waktu yang menjadi pemisah
Antara aku dan keduanya
Tapi ku tahu bahwa keduanya tetap ada
Meskipun kami ada dalam daratan yang berbeda

Itulah renungku
Jika ku tatap rona wajah yang ayu
Pada hari akhir,
tuk mencapai kesempurnaan di hari ke-14 untuknya

Aku . Semu . Abadi

Ku berkaca dibalik pelangi
Ku temui semu belaka 

Ku menari di atas mimpi
Tuk temui cita dan cinta
Ku temui semu belaka


Apa daya? 

Tapi tidak,

jika ku semaikan tentang Kau Maha Tinggi
Maka, ku dapati hanya satu yang akan abadi


Ku berlari
Ku menjerit dalam hati
Hingaa hampa, merkah dan mewangi

Dan hanya inilah yang bisa kulakukan hingga saat ini

Bersamamu aku mati


Bisakah kau terpaku
Layaknya pohon dengan seribu sembilu
Bisakah kau membisu
Layaknya mata kanan dan mata kirimu
Bisakah kau acuh
Layaknya badai menerpa tanpa peduli

Hutan jiwamu telah kau ganti
Pelangi diburukmu telah kau pupus
Dan akhirnya ku tunggu keinginanku
Tentang Cinta yang ku punya kan kembali

seutuhnya bersamaku
Jika "tidak” adalah yang kau mau
Maka,
Cinta yang kau dapati akan musnah bersamaku 

Karena,
Mendarat di indahnya pengasingan
Mengirimkan cinta bersama awan dan mentari
Tanpa kau yang menemani
Itulah keinginanku saat ini

Semoga kau mengerti

Sabtu, 16 April 2011

Tanyaku


Dosakah aku?
Jika ku patahkan kuntum yg sedang bersemi, ayu nan mewangi
Dosakah aku?
Jika ku harus mengukir kuntum itu, 
hingga tambah merekah dan abadi bersamuku meskipun aku tak akan pernah menyatu
Dosakah aku?
Jika membiarkannya merekah dan bersemi  hingga layu dan mati sendiri

Ataukah…
Engkau yang akan mengubahku layaknya seperti  kuntum
Hingga aku dapat dapat bersamanya mengarungi indahnya hari
Hingga hanya bersemi dan menwangi yang akan mengiringi

Itulah tanya ku
Karena aku hanyalah layaknya seorang duri

Ku Gantungkan Sembiluku Di Pintu-Mu


Tergerak hingga membisu
Terpedaya hingga mengadu
Terbuai hingga menyentak
Tersakiti hingga mengiba
Membenci dan
Mengasihi hingga tidak ada bedanya

Sebuah catatan kaki terukir dalam pekatnya hati
Lirih, berbisik beradu dengan kenyataan
Sirnanya keimanan ada dalam kesenangan
Jiwa pun bergemuruh
Menjerit karena ulah kesenangan

Tidak ada yang mendengar
Tidak ada satupun yang terdengar
Tidak ada yang menyentak
Tidak ada satupun yang tersentak

Karena ini hanyalah sebuah dialog
Rahasia antara diriku dan Kekasihku
Karena hanya Dia yang tau dan mengerti
Dan Dialah yang akan mengasihiku

Dalam renungku selalu bergumam
“Ridwan, bukakanlah pintu itu untukku
Dan mintakanlah pada-Nya untukku”

Terlalu hina jika aku selalu meminta dan tidak pernah berkaca
Wahai Engkau Pengabul doa, kepada siapa lagi ku meminta
Karena dalam sumpahku hanya ada Engkau Yang Maha Segalanya

Bukan Sepertimu


 
Seharusnya kau membiarkan aku layaknya air mengalir
Yang tidak pernah kembali lagi ke hulu
Dan dengan kuasa-Nya
ku akan diangkat ke langit
Lalu ku kan kembali lagi
untuk menghujani daratan yang berbeda
Yang bukan sepertimu...

Kamis, 20 Januari 2011

7 Wonders of the world




7Keajaiban Dunia

Sekelompok murid ditugaskan untuk membuat daftar tentang segala sesuatu yang mereka anggap sebagai tujuh keajaiban dunia. Meskipun terjadi beberapaketidak sepakatan, namun kebanyakan murid membuat daftar sebagai berikut:
  1. Piramid di Mesir
  2. Taj Mahal
  3. Grand Canyon
  4. Terusan Panama
  5. Empaire State Building
  6. St. Peter's Basilica
  7. Tembok Cina
Ketika mengumpulkan kertas para murid, Pak Guru melihat ada seorang murid perempuan yang belum menyerahkan daftarnya, lalu ia bertanya apakah ia mengalami kesulitan dalam menyusun daftarnya.
Murid perempuan itu menjawab, "Ya, ada kesulitan sedikit. Aku tidak bisa memutuskan mana yang harus kudaftar. Ada begitu banyak keajaiban."
Pak Guru berkata, "Jika demikian, bacakanlah kepadaku apa-apa yang telah kau catat, mungkin aku bisa membantumu."
Murid itu ragu sejenak, tapi kemudian membacakan daftarnya, "Menurutku, tujuh keajaiban dunia adalah:
  1. Menyentuh
  2. Merasakan
  3. Melihat
  4. Mendengar
         Ia ragu sejenak lalu menambahkan
     5. Meraba
     6. Tertawa
     7. Dan mencintai
     Ruang kelaspun menjadi begitu sunyi hingga suara jarum jatuh pun dapat terdengar.

*****

Kegiatan yang sering kita abaikan, kita anggap sepele dan biasa sesungguhnya merupakan kegiatan yang menakjubkan. Ini adalah peringatan bahwa, hal-hal yang paling berharga dalam hidup adalah hal-hal yang tidak dapat kita beli.

(AUTHOR UNKNOW)

Buatlah Mereka Menangis


Ingatlah saudaraku, kita dilahirkan dari rahim seorang ibu ke dunia ini dengan penuh perjuanngan antara hidup dan mati. Tidak ada sesuatu pun yang difikirkannya, melainkan  keselamatan bayi kecil yang amat ditunggu-tunggu dalam kurun waktu 9 bulan lamanya.
Kita tidak mengetahui bahwa dibalik rahim yang amat kokoh dan gelap itu terdapat alam  yang sangat berbeda dan sangat terang. Dimana kita bisa merasakan angin yang selalu mengiringi langkah kita dan cahya yang senantiasa menyinari.
Setelah kita lahir kedunia ini dengan proses yang sangat sempurna, maka itulah awal perjuangan untuk menentukan jalan mana yang akan kita tempuh.
Orang-orang sekelilingmu tentu akan merasa senang dengan hadirnya kita sebagai seorang bayi yang baru lahir ke alam yang berbeda yaitu dunia. Mereka selalu tertawa begitu senang dan puas meskipun kita selalu dalam keadaanpenuh jertan dan tangisan.

Kita lahir kedunia ini dalam keadaan menangis
penuh tangisan dan jeritan halus
akan tetapi sekelilingmu tertawan dan senang melihatnya karena kita telah lahir kedunia
Maka, berbuat baiklah dan beramal solehlah selama engakau hidup didunia ini
niscaya semua kejadian terdahulu akan terbalik ketika kau meninggalkan dunia ini
ketahuilah bahwa mereka akan menagis mengelilingimu karena merasa kehilanganmu dan segala amal  perbuanmu
akan tetapi dibalik semua itu kita bisa tersenyum senang karena amalan yang telah kita lakukan didunia.

***

Senin, 17 Januari 2011

Terindah

Keindahan harimu adalah dalam malammu
Keindahan sikapmu adalah dalam sabarmu
Keindahan wajahmu adalah dalam senyummu
Keindahan amalanmu adalah dalam shalatmu
Keindahan pakaianmu adalah dalam menjaga auratmu
Keindahan cintamu adalah dalam ridho-Nya