Secarik kertas penuh dengan luka
Selalu menganga dalam gundukan kata
Membisu seluruh raga
Mata menuduh, menghujam yang terlihat darinya
Senandung malam sama sekali tidak terdengar
Karena hanya jeritan makna yang terdengar darinya
Ketika kupejamkan dua buah bola mata
Sungguh kelopak pun tidak bisa jauh dari luka
Dia selalu ada, nampak
Bagaimana tidak,
gundukan kata telah mengalahkantingginya cemara
Sungguh, tidak akan kupaksa jika kata itu menjadi tiada
Karena makna akan selalu terkunci mati
dalam raga
Bisa saja ia rapuh
Tapi tidak
Karena akar dan tonggkak itu telah lama kujadikan sandaran
Sejak aku mengenal kata luka
Entahlah,,,
luka mana yg harus ku teriakan
Bisa jadi itu luka ketika jauh dari cinta Tuhan
darkness...
BalasHapus