Sabtu, 16 April 2011

Ku Gantungkan Sembiluku Di Pintu-Mu


Tergerak hingga membisu
Terpedaya hingga mengadu
Terbuai hingga menyentak
Tersakiti hingga mengiba
Membenci dan
Mengasihi hingga tidak ada bedanya

Sebuah catatan kaki terukir dalam pekatnya hati
Lirih, berbisik beradu dengan kenyataan
Sirnanya keimanan ada dalam kesenangan
Jiwa pun bergemuruh
Menjerit karena ulah kesenangan

Tidak ada yang mendengar
Tidak ada satupun yang terdengar
Tidak ada yang menyentak
Tidak ada satupun yang tersentak

Karena ini hanyalah sebuah dialog
Rahasia antara diriku dan Kekasihku
Karena hanya Dia yang tau dan mengerti
Dan Dialah yang akan mengasihiku

Dalam renungku selalu bergumam
“Ridwan, bukakanlah pintu itu untukku
Dan mintakanlah pada-Nya untukku”

Terlalu hina jika aku selalu meminta dan tidak pernah berkaca
Wahai Engkau Pengabul doa, kepada siapa lagi ku meminta
Karena dalam sumpahku hanya ada Engkau Yang Maha Segalanya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar