Ku tatap rona wajah yang jauh dari luka
Sungguh indah...
Dengan anggunnya dia menunggu hari kesempurnaannya tiba
Sang Cahya
satu-satunya yang dapat memberikannya nyawa dan rasa
Entah mengapa
Tapi itulah yang tampak dari wajahnya
Aku pun dapat merasakan kesetiaan yang nyata
Sungguh indah...
Ku tatap hingga tak berkedip
Dan u yakin seluruh mata berpihak padaku
Hanya yang layu yang akan membuatnya menjadi semu
Sungguh indah...
Meski waktu yang menjadi pemisah
Antara aku dan keduanya
Tapi ku tahu bahwa keduanya tetap ada
Meskipun kami ada dalam daratan yang berbeda
Itulah renungku
Jika ku tatap rona wajah yang ayu
Pada hari akhir,
tuk mencapai kesempurnaan di hari ke-14 untuknya
Tidak ada komentar:
Posting Komentar