Bisakah kau terpaku
Layaknya pohon dengan seribu sembilu
Bisakah kau membisu
Layaknya mata kanan dan mata kirimu
Bisakah kau acuh
Layaknya badai menerpa tanpa peduli
Hutan jiwamu telah kau ganti
Pelangi diburukmu telah kau pupus
Dan akhirnya ku tunggu keinginanku
Tentang Cinta yang ku punya kan kembali
seutuhnya bersamaku
Jika "tidak” adalah yang kau mau
Maka,
Layaknya pohon dengan seribu sembilu
Bisakah kau membisu
Layaknya mata kanan dan mata kirimu
Bisakah kau acuh
Layaknya badai menerpa tanpa peduli
Hutan jiwamu telah kau ganti
Pelangi diburukmu telah kau pupus
Dan akhirnya ku tunggu keinginanku
Tentang Cinta yang ku punya kan kembali
seutuhnya bersamaku
Jika "tidak” adalah yang kau mau
Maka,
Cinta yang kau dapati akan musnah bersamaku
Karena,
Mendarat di indahnya pengasingan
Mengirimkan cinta bersama awan dan mentari
Tanpa kau yang menemani
Itulah keinginanku saat ini
Semoga kau mengerti
Karena,
Mendarat di indahnya pengasingan
Mengirimkan cinta bersama awan dan mentari
Tanpa kau yang menemani
Itulah keinginanku saat ini
Semoga kau mengerti

ingin memberi kehidupan bagimu.
BalasHapus(Seandainya aku bisa...)
:)